"Dit, kok sekarang pindah haluan?"
"Iya Ron, yang dulu bangkrut sekarang merintis dari awal lagi."
Berbicara mengenai teman saya ini, tidak akan ada habisnya... Teman saya ini paling sukses di deretan teman-teman sekolah dulu sebagai pengusaha.
Dari mulai beliau lulus langsung terjun didunia usaha.
Awalnya membantu pamannya jualan bakso, sampai menjadi sales rokok pernah dia geluti.
Memang dari awal jiwa wirausaha sudah nampak jelas. Sampai pada akhirnya beliau sukses menggeluti bisnis mebel.
Bisnis mebelnya sangat pesat sekali dalam setahun mempunyai 4 cabang dikota-kota besar seperti Madiun, Malang, Wonogiri dan Purwantoro.
Tapi bisnisnya hanya mampu bertahan sampai 5 tahun. Dengan cepat pula bisnisnya merosot sangat tajam.
Kurang dari setahun pula bisnisnya mengalami kebangkrutan gara-gara bisnisnya tidak siap menerima perubahan dengan banyaknya pesaing yang lebih siap dalam hal promosi.
Satu persatu cabangnya dijual dan mebelnya dijual murah, yang membuat dirinya rugi puluhan hingga ratusan juta.
Sehingga membuat dirinya banting setir membuka warung bakso.
Dengan modal seadanya beliau membuka warungnya disebelah rumah tempat tinggalnya di wonogiri.
Saya jadi heran bisnisnya sudah lama berdiri dan punya cabang 4 tapi dalam sekejap langsung bisa gulung tikar semua. Itulah kuasa Allah yang mana siapapun tidak bisa mengelak akan takdir yang menimpa dirinya.
Dalam berbisnis pun kita harus selalu siap dengan perubahan, sekecil apapun. Jangan sampai kita menjadi besar kepala setelah kita menerima segala kemudahan yang kita terima.
Bisa-bisa itu menjadi cobaan kita.
Lihat saja NOKIA yang tidak siap akan perubahan yang terjadi. Sehingga mereka statis tidak melakukan inovasi sehingga dengan cepat disalip oleh pesaingnya.
Sebagai pebisnis harus begitu. Selalu siap dengan inovasi yang harus diberikan agar bisnis kita tetap eksis dengan jangka waktu yang lama.
Bukannya malah seperti permen yang manisnya hanya sementara.
Mari kalau kita ambil jalur sebagai pebisnis maka siapkan selalu mental untuk menghadapi persaingan.
Tapi jangan sampai kita menghalalkan segala cara untuk bisa menang dalam persaingan. Itu tidak akan berkah.
Tirulah gaya bisnis dari Para Nabi dan sahabat nabi. Dengan bekal kejujuran, keikhlasan hati untuk menolong dan mengharapkan ridho dari Allah.
Maka bisnismu pun akan diberkahi oleh Allah dan semoga saja bisnismu berlangsung lama bahkan bisa sampai dengan anak cucu.
Semoga kita bisa melaksanakannya dan Allah meridhoi langkah kita...
Aamiin...
Semoga bermanfaat...

EmoticonEmoticon