Senin, 05 Juni 2017

STADIUM SEPAK BOLA



Ketika kita mau menonton pertandingan sepakbola di stadium, pasti kita bakal disodorkan 3 macam kelas yang bisa kita pilih.

Yang pertama kelas biasa yang hanya bisa menyaksikan di tribun belakang gawang.

Yang kedua kelas tribun dan yang paling utama adalah kelas VVIP kelas dimana fasilitas paling enak dan nyaman dalam menonton pertandingan sepakbola.

Dalam menonton pertandingan pun menjadi nyaman tanpa perlu berdesak-desakan dan tidak takut kena panas dan hujan ketika kita menonton di VVIP.

Apalagi terkadang klo dalam acara apapun kelas VVIP adalah kelas yang paling di utamakan dalam segala hal.

Karena terkadang ada fasilitas tambahan yang disediakan yaitu kita bisa langsung jumpa fans (ketemu langsung) dengan idola kita.

Enak bukan?



Ini seperti yang kita alami dalam melaksanakan puasa Ramadhan kali ini.

Kita dibagi menjadi 3 orang dalam melaksanakan puasa menurut Ibnu Qudamah Al-Maqdisi...

YANG PERTAMA, PUASA ORANG AWAM

Yaitu sebatas menahan perut dan kemaluan dari keinginan syhwatnya.

YANG KEDUA, PUASA ORANG KHUSUS

Yaitu menahan pandangan, lisan, tangan, kaki, pendengaran, dan seluruh anggota badan dari segala perbuatan dosa.

YANG TERAKHIR, PUASA ORANG YANG LEBIH KHUSUS

Yaitu puasanya hati dari keinginan-keinginan yang hina, serta pikiran-pikiran yang dapat menjauhkan ia dari Allah serta menahannya secara total dari segala sesuatu selain Allah Ta'ala.

Termasuk adab puasa orang yang khusus ialah menahan pandangan dari haram dan menjaga lisan dari mengganggu orang lain berupa perkataan yang haram, makruh, atau perkataan tidak ada manfaatnya sama sekali, serta menjaga seluruh anggota badannya dari perbuatan dosa.

Semoga kita bisa berupaya untuk menjadi orang yang lebih khusus dalam melaksanakan puasa.

Agar nantinya kita bisa mendapatkan fasilitas yang luar biasa dahsyat dari Allah yang tak disangka-sangka oleh kita.

Masak dapat fasilitas bagus dari Allah kita gak mau sih?

Makanya ayo berlomba-lomba memperbaiki puasa kita ya...

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, bahwa Rasulullah bersabda:

"Barangsiapa yang meninggalkan omongan haram (dusta, ghibah, namimah) dan tidak pula meninggalkan perbuatan tercela dalam puasanya, maka tidak ada keperluan bagi Allah untuk dia meninggalkan makanan dan minumannya." (Mukhtashar Minhajul Qashidin - Bayanu Asraris Shaum Wa Adabih)

Maka sudah sepatutnya bagi setiap kita berupaya menempuh amalan puasa terbaik di sisi Allah Ta'ala.

Semoga bermanfaat


EmoticonEmoticon