Minggu, 04 Maret 2018

TINGGALKAN PENYEDOT ENERGIMU

"Tahu gak kamu kalau si A itu kelakuannya seperti ini lho..."

"Oh, ya... saya malah baru tahu"

"Eh... si anu itu lho... Ternyata kayak gini lho?"

Anda pernah menemui orang yang seperti itu? Atau malah langsung bercengkrama dengan mereka dan malah jangan-jangan kita sendiri yang seperti?

Ya... kita seperti selalu ingin menilai perbuatan yang dilakukan oleh orang lain. Malah seperti sudah menjadi pekerjaan kita untuk menilai orang lain.

Astaghfirullah...



Padahal semakin kita ikut campur urusan orang itu semakin kita pengin lagi dan pengin lagi. Diibaratkan kita seperti minum air laut dimana kita selalu kehausan dan selalu kepingin untuk meminumnya.

Kalau lebih diselami dengan lanjut perkataan yang kita ucapkan itu sebenarnya akan kembali kepada diri sendiri. Jadi alih-alih kita ngomongin orang lain sebenarnya diri kita sendiri yang sedang kita bahas.

Saya juga sering menjadi bahan olok-olok oleh orang lain. Mereka mempunyai penilaian sendiri dengan apa yang saya lakukan.

Dan memang begitulah manusia. Setiap apa yang dilakukan pasti memiliki penilaian sendiri-sendiri.

Tak jarang kita lakukan hal A dinilai orang kita itu seperti B. Dan kita lakukan B kita dinilai C. Dan seterusnya. Seperti tak pernah benar dimata orang lain.

Makanya saya sangat menghindari untuk ngomongin orang. Karena saya sendiri aja belum tentu lebih baik dari orang yang kita omongin tersebut.

Misal, karena kita melakukan hal A kita dibilang sombong, angkuh, pelit, keras kepala.

Ketika kita tahu kalau dibilang seperti itu ya kita jangan masukkan ke hati justru malah menjadi bahan renungan kita. Karena dimata mereka kita itu seperti ini jadi ternyata kita banyak kekurangannya walaupun kita sudah semaksimal mungkin tidak melakukan hal-hal yang seperti itu.

Yah... namanya aja pikiran orang pasti sudut pandangnya berbeda-beda...

Tinggal kitanya jangan sampai terpancing... justru yang paling bagus mendoakan orang tersebut yang baik dan kita bisa berpikir positif dalam menyikapi hal tersebut.

Kita harus belajar dari orang-orang sukses, tentang bagaimana sikap mereka dalam menghadapi ejekan atau omongan orang serta mereka tidak membalasnya dengan ngomongin balik tetapi membuktikan kepada mereka bahwa mereka tidak seperti itu jadi dibuktikan dengan action, action danm action.

Itulah yang harus kita contoh...

Gak mau juga kan energi kita terkuras hanya karena menanggapi dan marah dengan omongan orang.

Karena sebenarnya itu juga termasuk penyedot energi kita. Sehingga bila kita menanggapi kitanya akan capek.

Jadi lebih baik hiraukan, kalau gak bisa tinggalkan walaupun orang tersebut orang terdekat dengan kita.

Agar kita tidak menyedot energi negatif dalam diri kita. Gak mau pasti kan?

Makanya lebih baik hiraukan dan tinggalkan...

Semoga bermanfaat...


EmoticonEmoticon