"Hari ini hujannya deras banget ya... Alhamdulillah... Emang belum rezeki saya untuk jualan banyak hari ini."
Itulah yang sedang dialami oleh seorang penjual Es keliling, dimana dagangannya hanya laku kurang dari separuhnya.
Tetapi penjual itu tetap bersyukur dengan apa yang sedang menimpanya. Dan apa yang dilakukan oleh penjual es tersebut dalam kondisi tersebut?
Penjual es itu menghitung laba ruginya dan menyisihkan produk yang akan dijual keesokan harinya. Padahal beliau tidak pernah melakukan hal itu. Karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga sampai lupa untuk melakukan hal itu.
Apalagi yang paling penting beliau bisa mengistirahatkan badannya, dimana harus berlelah-lelahan setiap hari dari mulai matahari muncul sampai tenggelam lagi.
Sungguh perjuangan yang sangat luar biasa demi agar memberikan uang makan dan jajan keluarganya.
Beda lagi dengan eksekutif muda ini...
"Halo... Maaf Pak Budi meetingnya ditunda dulu ya, karena saya terjebak macet dan saya berada ditengah-tengahnya, mobil saya tidak bisa bergerak sedikit pun."
Kliennya pun marah-marah dan ingin segera bertemu hari ini juga.
Dalam keadaan bingung dan kalut ternyata terucap dalam diri beliau.
"Yah... kayaknya belum rezeki nih, dapat proyek besar."
Setelah beberapa saat tiba-tiba ada SMS masuk dan memberitahukan bahwa sebenarnya kliennya itu adalah penipu.
Sempat kaget dan akhirnya terucap "Alhamdulillah, untung saja belum terjadi transaksi."
Nah, anda lihat dua kejadian tersebut? Terjadi dengan percakapan sama yaitu BELUM REZEKI.
Padahal yang terjadi adalah Allah memberikan rezeki lain yang lebih besar manfaatnya daripada yang biasa.
Seperti penjual Es tadi walaupun hujan turun tetap mendapat rezeki waktu istirahat, waktu luang untuk menghitung dan merencanakan jualan besok serta bisa pulang lebih awal untuk bisa berkumpul dengan keluarganya.
Eksekutif Muda juga mengalami hal yang sama meski terjebak macet dan ingin bertemu dengan kliennnya. Tetap mendapat rezeki terhindar dari penipuan yang akan mengakibatkan kerugian yang besar.
Lihat betapa Maha Pemurah dan Maha Penyayangnya Allah...
Kita selalu merasa bahwa Allah tidak sayang dengan kita, karena hal-hal yang tidak menyenangkan yang kita terima.
Kita seringnya sudah bersu'udzon dahulu ke Allah atas kejadian yang menimpa kita. Dan janganlah berburuk sangka kepada Allah. Karena itulah yang membuat kita jauh dari Allah.
Dibalik itu semua sebetulnya ada rahasia Besar yang Allah buat untuk kita. Dan itulah yang terbaik.
Makanya anda jangan merasa mudah
Mengeluh...
Tidak semangat...
Selalu Sial...
Tidak pernah Beruntung...
Hilangkan sikap diatas dan mulailah untyk positif thinking. Karena Allah lebih tahu keadaan kita daripada kita sendiri. Sehingga Allah lebih tahu mana yang lebih baik untuk kita.
Hilangkan semua keraguan dan lebih dekatkan diri kepada Allah. Agar Allah semakin cinta kepada kita. Sehingga rezeki-rezeki besar yang tak terduga akan dengan mudah mampir ke diri kita.
Jadikan ini sebagai nasehat diri bahwa bukan "belum rezeki" tapi inilah rezekinya berupa kegagalan, penolakan, kesulitan agar nantinya kita bisa tumbuh dan berkembang serta menjadi lebih kuat dan bijak dalam menghadapi sesuatu.
Sungguh indah bukan rezeki Allah itu?

1 comments so far
bagus tulisannya....
EmoticonEmoticon